Memulai Diet & Hidup Yang Lebih Sehat

Halo Guys… Aku ingin berbagi pengalaman di awal tahun 2019 ini, ada satu resolusi saya tahun ini, yaitu untuk bisa menurunkan berat badanku yang saat ini sangat obesitas. Yaitu 96 kilogram lebih.

Ini photoku yang diambil bulan desember 2018. Perhatikan bagian perutku yang lonjong dan berlemak.

Kenapa kok mau menurunkan berat badan ? Ada apa? Lagi sakit ya?

Keputusan untuk menurunkan berat badan sebenarnya bukan di awal tahun 2019 ini. Sudah lama pengen turunkan BB, namun semenjak menikah dan disibukkan dengan berbagai kegiatan usaha. Malah berat badanku semakin menjadi-jadi dan menggemuk.

Di tahun 2015 aku sebenarnya tidak segemuk photo diatas.

Kelang 3 tahun, Ya Allahhhh…  Berat badanku naik dari 75kg ke 96kg. Thats like 21 kilogram lemak. Banyak orang bilang ini karena efek menikah, tapi aku bilang ini bukan efek menikah. Tapi efek dari kebanyakan makan yang gak sehat. Muka pun jauh lebih tua, aku masih awal 30an, tapi kok kayak udah 40-an…

Kalau ditanya, apakah ada penyakit? History aku punya penyakit sebenarnya tidak ada. Terakhir aku masuk rumah sakit itu waktu jatuh dari tangga dan terkilir kaki. Jadi riwayat penyakit tidak ada. Thank God! Masih diberi kesehatan sampai saat ini.

Jadi kenapa mau turunin berat badan?

1 jawabannya: Energy ku sudah berkurang jauh!

Mungkin jawabanku ini nyeleneh, gak biasanya orang mau nurunin BB karena energynya berkurang. Energy seperti apa maksudnya???

Aku sekarang ini gampang capek, gampang stress dan banyak sekali tugas dan tanggung jawab di usahaku yang tidak selesai. Dan ini merupakan kemunduran yang harus aku selesaikan dan aku tanggung jawabkan.

Dulu aku kira menjadi pengusaha, hanya butuh kepintaranku untuk membuat usaha berjalan. Tapi ternyata aku salah besar. Knowledge hanya sekian persen dari kesuksesan seorang pengusaha. Tapi Persistence (Pantang Menyerah dan Konsisten) itu lah yang paling besar bagiannya. Nah untuk disiplin dan Konsisten, kita pastinya mesti mengerjakan hal-hal yang dahsyat. Dan rutinitas itu, biasanya menguras tenaga (energy).

Energy seorang pengusaha itu menurutku adalah hal yang penting selain ilmu pengetahuannya. Kenapa? Aku sering ketemu dengan pengusaha besar kelas kakap yang jauh lebih tua bahkan sudah suhunya suhu yang umurnya kepala 80an.

Yang kupelajari dari mereka adalah, mereka bisa menjaga tubuh dan kesehatan mereka dengan baik dan memiliki energy untuk menjalankan usahanya. Setiap aku ketemu mereka, dan diajak untuk berolah raga, aku malah suka ga dateng karena aku kadang seharian di kantorku saja aku sudah kecapean, apalagi diajak olahraga sepulang kantor. Beuhhhh….

Tapi yang jelas mereka bisa lho… Yang tuir-tuir itu malah yang paling semangat kalau ngajak ntah golf, sepedaan, atau ngegym. Kalah jauh dariku yang masih umur muda ini. Lama aku memperhatikan mereka, akupun kepingin punya energy seperti itu. Gak capek, gak gampang stress, project semua bisa dijalankan…

Itulah kenapa aku memutuskan untuk hidup sehat, dan disinilah aku memulai cara hidup yang luar biasa ini. Dan akhirnya aku putuskan resolusi 2019 mau turun berat badan ini, harus dilaksanakan segera, gak pake nanti!

Awal mula diet?

Awalnya aku di awal tahun sudah hunting-hunting produk dan sudah beberapa produk diet kubeli. Umumnya produk dari MLMku dan belanja di Toko Online yang sudah aku kenal.

Setelah ngabisini sekitar 10 jutaan beli produk, gak sengaja, aku ngeliat status temenku di Facebook! namanya Ndika Mahrendra:

Didedikasikan untuk teman-teman di Bali yang minggu lalu mengadakan seminar Ketofastosis.+#Video_Suka2#Without_StorylineGear : Huawei Mate 10 Pro, Dji Osmo Mobile 2, Filmora Video Editor

Posted by Ndika Mahrendra on Monday, December 17, 2018

Nah dari video ini, aku sempat tercengan dan langsung Inbox dia di Facebook. Aku nanya ke dia, itu cara diet seperti Apa?
Dan dia jawab:  ini adalah KETOFASTOSIS. Bukan diet tapi jalan hidup untuk lebih sehat. Akupun dijelaskan bagaimana kalau selama ini makan karbohidrat membuat tubuh manusia gemuk dan berlemak.

Berkenalan dengan KETOFASTOSIS

Lalu aku mulai buka di Google tentang KETOFASTOSIS ini… dan ketemulah website ketofastosis.com dan facebook group tentang ketofastosis ini…

Lama aku membacanya, walaupun guide dan protokolnya sudah jelas disana dibagi gratis, tapi banyak yang bikin aku masih bingung soal ketofastosis ini. Soalnya ini berbeda banget sama pemahaman kita tentang makanan sebelumnya. Di group FB ada banyak keluhan pada saat menjalankan fase awal-awal.

Akupun Inbox mas Ndika lagi dan dia memberi tau kalau dia mengajar ketofastosis dan buka kelas DietMentoring.com untuk belajar bareng. Soalnya Ketofastosis ini memang tidak gampang.

Alamaaakkk… Sudah 10jutaan duitku habis beli produk diet mahal, malah ketemu sama temen yang ngajarin diet yang lebih bener di Facebook, dan setelah ditanya biaya belajarnya, habis sekitar 1 juta sudah termasuk Belajar dan Amunisi Keto (Bahan-bahan yg dibutuhkan selama melakukan fase-fase awal ketofastosis).

Akupun galau bak anak remaja yang pacarnya ditikung teman. Aku ikut Diet Mentoring ini atau jalanin produk yang aku beli. Hmm…  Mending tanya istri dulu…

Setelah nanya ibu negara, ibu negara bilang, mending ada mentor daripada jalanin sendiri. Karna dia sering denger temennya banyak yg diet sukses karna ada mentor atau group, kalau fitness katanya ada personal trainernya baru enak fitness.

Jadinya, akupun kontak lagi dengan mas ndika dan minta diajarin ketofastosis dan ikut kelas diet mentoringnya dia.  Disinilah aku memulai cerita KETOFASTOSIS ku ini…

Untuk kedepannya, aku akan menulis banyak hal tentang KetoFastosis yang kujalankan… Selalu cek websiteku ini ya guys 🙂